Pages

Sunday, 27 March 2011

Penyusuan Badan




  Dalam riwayat Thabarani dan 'Ibnu Asakir ditambahkan, jika ia melahirkan,
lalu ia mengeluarkan susu dari payudaranya dan dihisap oleh bayinya, setiap
hisapan dan tegukan mendapat satu pahala. Jika ia berjaga sepanjang malam
(karena melayani bayinya), ia mendapatkan pahala seperti pahala orang
memerdekakan 70 orang budak di jalan Allah.
Wahai Salamah, tahukah engkau siapa yang kami maksud dengan sabdaku ini?
Yaitu perempuan-perempuan yang memelihara dirinya, yang shalihah, yang taat
kepada suaminya, dan mereka tidak mengingkari kebaikan suaminya.
  
  Hadis di atas memberikan kabar gembira kepada ibu hamil dan menyusui bahwa
pengorbanan mereka akan mendapatkan pahala dari Allah. Hamil bagi seorang istri
adalah suatu tugas mulia yang dibebankan Allah kepada dirinya selama caranya
sah. Selama hamil seorang ibu akan merasakan beban berat mulai dari mual,
muntah-muntah, punggung sakit, dan seterusnya, karenanya bila ia dapat
menjalani kehamilan tersebut dengan penuh keridhaan, maka Allah telah
menjanjikan pahala yang tanpa henti baginya selama masa hamil yang panjang itu
seperti orang berpuasa yang tengah berperang di jalan Allah.
  
  Bagi ibu yang bersedia menyusui, Allah juga menjanjikan setiap hisapan dan
tegukan ASI yang diminum oleh sang bayi akan menambah pahala bagi ibunya. Para
ibu juga hendaknya tidak sengaja menolak memberikan ASI dengan alasan demi
menjaga kecantikan atau karena kesibukan kerja sehingga bayinya hanya diberi
susu formula.



Wanita yang memberi minum susu badannya kepada anaknya akan dapat satu pahala dari tiap titik susu yang diberikannya.

Wanita yg memberi minum susu badannya kepada anaknya yang menangis, maka Allah SWT beri dia pahala satu tahun solat dan puasa.

Wanita yg menyusukan anaknya sehingga cukup tempoh 2 tahun setengah, maka malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.
Menurut Pakar Perunding, Perbidanan dan Sakit Puan, Pusat Perubatan Universiti Malaya (PPUM), Prof. Madya Dr. Jamiyah Hassan, sungguhpun sudah ada kesedaran di kalangan ibu-ibu menyusukan bayi mereka tetapi ternyata ia tidak mencukupi.

``Paling penting, mereka perlu menyusukan bayi mereka secara eksklusif sekurang-kurangnya enam bulan pertama, barulah dikatakan matlamat menyusukan bayi itu tercapai dan memberi kesan yang cukup positif pada bayi,'' ujar Dr. Jamiyah.

Jelas beliau, penyusuan eksklusif ini bermaksud, hanya susu ibu diberikan kepada bayi dalam tempoh enam bulan itu tanpa sokongan makanan atau minuman lain (termasuk air masak).

Makanan tambahan hanya dimulakan selepas bayi berusia enam bulan ke atas.

0 comments:

Post a Comment